Minggu, 05 September 2010

Terlalu Banyak Berharap, Tidak Baik

Hari Rabu yang lalu, tepatnya tanggal 01 September 2010 kemarin, sekolah aku mengadakan Pesantren Kilat Ifada Ramadhan 1431 Hijriah (Sanlat Ifada Ramadhan 1431 H) yang dimulai sejak hari Senin tanggal 30 Agustus. Sekolah aku setiap tahunnya mengadakan Lomba Ifada Ramadhan dan alhamdulillah, aku ikut berpartisipasi dalam kegiatan lomba tersebut. Aku dipercaya untuk mengikuti Lomba Pidato atau Da'i oleh Wali Kelasku, Bapak Rakhmat. Aku sangat kaget ketika Beliau mempercayakan aku untuk mengikuti lomba ini. Namun, dengan kepercayaan dan kemampuan yang aku punya, aku menyetujui tawaran tersebut. Aku mulai mencari bahan untuk Lomba Pidato hari Rabu nanti. Awalnya, aku sudah tahu apa yang nanti akan aku sampaikan, yaitu temanya tentang "Apakah kepribadian mampu membawa kesuksesan dan kebahagiaan pada seseorang?". Aku sudah merasa cocok banget sama tema itu, tapi kata teman aku yang Juara I Lomba Pidato tahun lalu, Fachri, temanya kurang pas dengan Bulan Ramadhan. Waaaahhh, aku merasa kecewa banget dooong atas statement dia. Akhirnya, 5 hari sebelum aku tampil di atas panggung, aku ubah lagi temanya menjadi, "Keutamaan dan Manfaat Puasa Ramadhan Bagi Umat Manusia." Sebelum tampil di atas panggung juga, aku disuruh pidatonya memakai Bahasa Inggris sama guru aku, tapi cuman bagian Pembukaannya sama Penutupnya ajah. Yeaaah, ini dia masalahnya. Aku sadar banget, aku gak terlalu jago Bahasa Inggris. Jadinya, pas sampai di rumah, aku langsung buka Google terjemahan ajah. Yeaah, akhirnya beres juga. Sekarang, tugas aku adalah, menghafalkan seluruh teks yang sudah aku buat. Sedikit demi sedikit, aku hafal juga teksnya.

Akhirnya, hari Rabu tiba juga. Waaahhh, ini moment yang sangat menegangkan buat para peserta Lomba Pidato atau Da'i. Setelah Panitia Pidato menyuruh para peserta untuk mengambil nomor urutan Lomba, aku akhirnya ambil juga nomornya dan aku masuk ke ruangan khusus bagi para peserta. Aku masuk ke ruangan itu, tiba-tiba aku melihat adik kelas aku yang aku kagumi itu, Basso alias Babas. Bagaimana aku tau nama dia.? Ini dia jawabannya, aku tanya ke salah satu teman dia, Pramadieska. Walaupun Pramadieska gak sekelas, tapi dia kenal sama Babas. Yaiyalah kenal, orang tetanggaan kok. Hehehe.... Setelah tau namanya, aku mengucapkan terimakasih kepada Saudari Pramadieska. Saat itu peserta memang sangat tegang dan mukanya pada pasrah semua. Tapi lihatlah Kak Meta, peserta nomor 1 ini sangat siap dan atraktif waktu maju & naik ke atas panggung. Saat-saat yang ditunggu, akhirnya tiba juga. Aku dipanggil sama Panitia Lomba, Pak Andri, untuk naik ke atas panggung. Oiya, sebelum naik ke atas panggung, aku berdo'a dulu sampe 3 kali supaya gak grogian. Aku sampe ditepuk tanganin pas aku naik ke atas panggung, waaah, berasa kayak udah terkenal ajah. Udah dech, aku langsung cas-cis-cus ajah di atas panggung. Walaupun sedikit speechless, tapi aku enjoy ajah. Pidatonya selesai juga dech dan banyak yang tepuk tangan. Woooow, seneng banget. Setelah tampil, aku langsung kumpul bareng lagi sama teman-teman aku. Kata teman-teman aku, penampilan aku sangat bagus. Yang aku tunggu adalah apakah aku masuk ke Grand Final atau nggak. Aku berharap banget bisa masuk Grand Final.

Setelah shalat Dzuhur berjamaah, masih ada peserta yang tersisa yang belum tampil. Yaaa, cukup lama sich waktunya. Pengumuman pun tiba. Aku berdo'a supaya aku bisa masuk Grand Final. Satu persatu peserta terbaik diumumkan untuk masuk Grand Final. Juara III adalah, Shifa dari kelas X-7, mungkin aku juara yang ke-II, tapi bukan juga, Juara II, Kak Adipta "Boboy" dari kelas XII-IPA.1, dan yang tak asing lagi, Juara I nya adalah, Kak Zahrina, dari kelas XII -IPS.1. Yaaah, kecewa banget gak bisa masuk Grand Final. Tapi gapapa sich. Sempet kecewa sebentar, tapi udah gitu, ceria lagi. Karena aku bilang sama diri aku sendiri, gapapa gak masuk Grand Final juga, yang penting udah berpartisipasi ikutan Lomba ini.

Hari Kamisnya, aku langsung buka Facebook dan menulis status seperti ini,"Akhirnya, baru kusadari bahwa kita tidak boleh terlalu banyak berharap pada sesuatu yang kita inginkan. Jangan sampai kita terlanjur kecewa hanya karena harapan kita sendiri." Akhirnya, sama teman aku di-likein juga dech. Dia kira, status aku tentang kekecewaan aku sama seseorang, padahal bukan. Inilah akibatnya, apabila kita terlalu banyak berharap pada sesuatu yang belum pasti kita dapatkan. Pesan aku adalah, jangan terlalu banyak berharap dan pasrahkanlah semuanya kepada Allah SWT,. karena Allah SWT,. melihat apa yang telah kita kerjakan.

Keep on SPIRIT....... :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar