Sabtu, 25 September 2010

Rindu BERAKTING.!!!

Selama ini, gue kalo dapet peran dalam Pementasan Drama (apalagi Ujian Praktek), pasti selalu dapet teksnya yang sedikit atau paling banter jadi peran penengah gitu deeechh...!!! OH, NOOOOO...!!! Gue selalu mendapatkan porsi yang sangat sedikit dibandingkan teman-teman gue yang dapet pemeran utama.!!! Bagaimana ini bisa terjadi.??? Sudah dapat dipastikan, yang memiliki paras yang cantik atau tampan, pastilah menjadi pemeran utama dalam sebuah pementasan drama. Lalu, bagaimana dengan yang memiliki wajah yang pas-pasan (kayak gue).? Sama si Pembuat Skenario, pastilah menempatkan kita dengan porsi yang lebih sedikit dibandingkan dengan pemeran utama yang menjadi sorotan penonton, dan biasanya, kita-kita ini yang memiliki wajah pas-pasan, sedikitnya hanya tampil 2-3 sin ajah, setelah itu, menghilang ditelan oleh pemeran utama yang emang cantik atau tampan, padahal kemampuan mereka sangatlah diragukan karena mereka tidak memiliki skill dalam bidang akting. Padahal, jika dalam pembuatan skenario itu diserahkan kepada ahlinya, pastilah setiap pemain mendapatkan porsi yang seimbang atau sama rata. Jadinya, seperti inilah akibatnya, para pemeran utama menjadi sorotan penonton dan merasa bangga menjadi pemeran utama karena paras wajah yang cantik atau tampan dan ini besar kemungkinannya menimbulkan "kecemburuan sosial" terhadap pemeran penengah. Lalu, si Pemeran Penengah itu akan merasa rendah diri karena dianggap jelek atau apalah, atau yang lebih memprihantinkan lagi adalah rasa SAKIT HATI bahkan akan menimbulkan rasa BENCI yang amat terdalam terhadap si Pembuat Skenario. Ini namanya tindakan "diskriminatif" atas hak-hak manusia yang terbelenggu dengan wajah yang tidak secantik Julia Perez atau setampan Lee Min Ho. Coba sekarang bayangin, kalo yang mainnya Julia Perez atau Lee Min Ho sebagai pemeran utama, pasti banyak orang yang nonton dan rating filmnya akan sangat tinggi. Tapi, kalo yang mainnya Mpok Nori atau Tukul jadi pemeran utama, boro-boro ditonton, ngedengerinnya ajah udah OGAH buat nonton karena udah terdoktrin atas image mereka yang di bawah standar. Oooohhh, kasihan sekali. Tapi, yang namanya nasib seseorang kan kita gak akan pernah tau. Sekarang yang harus kita jual kepada masyarakat bukan hanya penampilan fisik yang cantik atau tampan, atau bahasa gaulnya : PERFECT, tetapi yang harus ditonjolkan dalam hal ini adalah skill (kemampuan) dan talent (bakat). Wajah cantik atau tampan, tapi gak bisa akting, sarua jeung bohong atuh eta mah. Mendingan, punya wajah yang pas-pasan kayak gue ini, tapi punya skill (kemampuan) dan talent (bakat) yang bisa diperlihatkan kepada khalayak luas. Jadi, orang memandang si B tuch aktingnya bagus, aktingnya penuh penghayatan, walaupun mukanya pas-pasan, daripada si A, walaupun mukanya cantik atau ganteng, tapi aktingnya "ecek-ecek". Sekarang kan banyak tuch yah, kasus-kasus Home Production "abal-abal" yang masang iklan buat casting. Udah gitu, orang-orang yang kebelet pengen jadi artis, ikutan dech tuch casting dan lebih parahnya lagi adalah membayar uang muka yang sangat tinggi. Sungguh ironis. Orang jaman sekarang sepertinya hanya membutuhkan materi, duit, hape yang lagi ngetrend sekarang tuch apaan.?! BlackKeddet, ehh... maksudnya BlackBerry, terus jadi orang populer dechhh. Taunya apa coba, udah bayar mahal-mahal buat casting, terus ke tempat yang sudah ditentukan, taunya pas udah nyampe di tempat yang udah ditentukan, Produsernya gak ada dan duitnya dibawa kabur. Hmmmm, menyedihkan yaa rakyat Indonesia. Cuman gara-gara hanya ingin mengejar materi, bela-belain bayar mahal, taunya ditipu juga kan.??

Kita balik lagi dengan judul yang gue usung, "Rindu BERAKTING". Semenjak kelas 3 SMP, gue udah mulai suka sama dunia peran atau teater. Tapi sayangnya, di SMP gue belum ada ekskul Teater. Akhirnya, setelah lulus dari SMP dan masuk ke salah satu SMA favorit di Kota Bogor, gue masuk dech tuch ekskul Teater. Yeah, akhirnya jadi anak Teater juga dech. Dengan mengikuti ekskul teater, gue banyak dapet pelajaran disitu. Bagaimana berakting yang bagus, gak grogian, dan teater itu sebenernya kayak olahraga. Teater gue sich baru tampil di event 17 Agustusan ajah. Dan gue dapet peran jadi orang Jepang gitu deh (mungkin, emang gue kayak orang Jepang kali yee.?). Teaternya menceritakan Kemerdekaan Indonesia gitu. Penampilan temen-temen gue bagus-bagus dan buat gue merinding karena gue diingatkan lagi tentang sejarah Indonesia yang hampir terlupakan. Udah gitu, Teater gue pernah nonton aksinya Putu Wijaya, maestro Teater Indonesia. Beeeuhh, eta aktingnya, kereeeen abis. Gue selalu berharap bisa seperti Beliau menjadi pemain Teater yang tetep setia sama bidangnya dan mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional dengan bidang teater. Amiin. Sebelumnya, gue pernah berpikir akan keluar dari teater, tapi kalo dipikir-pikir, itu kan bidang yang gue suka dan gue geluti, kan sayang kalo ditinggalin di tengah jalan. Dan katanya, kalo gue keluar dari teater, gue bakalan ditendang sama Ketua Teater dari Lantai 3 sekolah gue...!!! OH, NOOOO...!!! It's very sadism.!!! Untung ajah, gue gak keluar dari teater, jadi gak ditendang dech dari Lantai 3..!!! Tunggu pembalasanku, Wahai Ketua Teater. Dan Insya Allah, akhir bulan November nanti, gue beserta tim akan dikirim ke Bandung untuk mengikuti Festival Teater di Bandung 2010. Doain yaaa, semoga sukses. Amiin. Udah dulu yaa, ntar kita cerita-cerita lagi...

Bye... Bye...
Love You... :)

Minggu, 05 September 2010

Terlalu Banyak Berharap, Tidak Baik

Hari Rabu yang lalu, tepatnya tanggal 01 September 2010 kemarin, sekolah aku mengadakan Pesantren Kilat Ifada Ramadhan 1431 Hijriah (Sanlat Ifada Ramadhan 1431 H) yang dimulai sejak hari Senin tanggal 30 Agustus. Sekolah aku setiap tahunnya mengadakan Lomba Ifada Ramadhan dan alhamdulillah, aku ikut berpartisipasi dalam kegiatan lomba tersebut. Aku dipercaya untuk mengikuti Lomba Pidato atau Da'i oleh Wali Kelasku, Bapak Rakhmat. Aku sangat kaget ketika Beliau mempercayakan aku untuk mengikuti lomba ini. Namun, dengan kepercayaan dan kemampuan yang aku punya, aku menyetujui tawaran tersebut. Aku mulai mencari bahan untuk Lomba Pidato hari Rabu nanti. Awalnya, aku sudah tahu apa yang nanti akan aku sampaikan, yaitu temanya tentang "Apakah kepribadian mampu membawa kesuksesan dan kebahagiaan pada seseorang?". Aku sudah merasa cocok banget sama tema itu, tapi kata teman aku yang Juara I Lomba Pidato tahun lalu, Fachri, temanya kurang pas dengan Bulan Ramadhan. Waaaahhh, aku merasa kecewa banget dooong atas statement dia. Akhirnya, 5 hari sebelum aku tampil di atas panggung, aku ubah lagi temanya menjadi, "Keutamaan dan Manfaat Puasa Ramadhan Bagi Umat Manusia." Sebelum tampil di atas panggung juga, aku disuruh pidatonya memakai Bahasa Inggris sama guru aku, tapi cuman bagian Pembukaannya sama Penutupnya ajah. Yeaaah, ini dia masalahnya. Aku sadar banget, aku gak terlalu jago Bahasa Inggris. Jadinya, pas sampai di rumah, aku langsung buka Google terjemahan ajah. Yeaah, akhirnya beres juga. Sekarang, tugas aku adalah, menghafalkan seluruh teks yang sudah aku buat. Sedikit demi sedikit, aku hafal juga teksnya.

Akhirnya, hari Rabu tiba juga. Waaahhh, ini moment yang sangat menegangkan buat para peserta Lomba Pidato atau Da'i. Setelah Panitia Pidato menyuruh para peserta untuk mengambil nomor urutan Lomba, aku akhirnya ambil juga nomornya dan aku masuk ke ruangan khusus bagi para peserta. Aku masuk ke ruangan itu, tiba-tiba aku melihat adik kelas aku yang aku kagumi itu, Basso alias Babas. Bagaimana aku tau nama dia.? Ini dia jawabannya, aku tanya ke salah satu teman dia, Pramadieska. Walaupun Pramadieska gak sekelas, tapi dia kenal sama Babas. Yaiyalah kenal, orang tetanggaan kok. Hehehe.... Setelah tau namanya, aku mengucapkan terimakasih kepada Saudari Pramadieska. Saat itu peserta memang sangat tegang dan mukanya pada pasrah semua. Tapi lihatlah Kak Meta, peserta nomor 1 ini sangat siap dan atraktif waktu maju & naik ke atas panggung. Saat-saat yang ditunggu, akhirnya tiba juga. Aku dipanggil sama Panitia Lomba, Pak Andri, untuk naik ke atas panggung. Oiya, sebelum naik ke atas panggung, aku berdo'a dulu sampe 3 kali supaya gak grogian. Aku sampe ditepuk tanganin pas aku naik ke atas panggung, waaah, berasa kayak udah terkenal ajah. Udah dech, aku langsung cas-cis-cus ajah di atas panggung. Walaupun sedikit speechless, tapi aku enjoy ajah. Pidatonya selesai juga dech dan banyak yang tepuk tangan. Woooow, seneng banget. Setelah tampil, aku langsung kumpul bareng lagi sama teman-teman aku. Kata teman-teman aku, penampilan aku sangat bagus. Yang aku tunggu adalah apakah aku masuk ke Grand Final atau nggak. Aku berharap banget bisa masuk Grand Final.

Setelah shalat Dzuhur berjamaah, masih ada peserta yang tersisa yang belum tampil. Yaaa, cukup lama sich waktunya. Pengumuman pun tiba. Aku berdo'a supaya aku bisa masuk Grand Final. Satu persatu peserta terbaik diumumkan untuk masuk Grand Final. Juara III adalah, Shifa dari kelas X-7, mungkin aku juara yang ke-II, tapi bukan juga, Juara II, Kak Adipta "Boboy" dari kelas XII-IPA.1, dan yang tak asing lagi, Juara I nya adalah, Kak Zahrina, dari kelas XII -IPS.1. Yaaah, kecewa banget gak bisa masuk Grand Final. Tapi gapapa sich. Sempet kecewa sebentar, tapi udah gitu, ceria lagi. Karena aku bilang sama diri aku sendiri, gapapa gak masuk Grand Final juga, yang penting udah berpartisipasi ikutan Lomba ini.

Hari Kamisnya, aku langsung buka Facebook dan menulis status seperti ini,"Akhirnya, baru kusadari bahwa kita tidak boleh terlalu banyak berharap pada sesuatu yang kita inginkan. Jangan sampai kita terlanjur kecewa hanya karena harapan kita sendiri." Akhirnya, sama teman aku di-likein juga dech. Dia kira, status aku tentang kekecewaan aku sama seseorang, padahal bukan. Inilah akibatnya, apabila kita terlalu banyak berharap pada sesuatu yang belum pasti kita dapatkan. Pesan aku adalah, jangan terlalu banyak berharap dan pasrahkanlah semuanya kepada Allah SWT,. karena Allah SWT,. melihat apa yang telah kita kerjakan.

Keep on SPIRIT....... :)